Showing posts with label MANAJEMEN ASI. Show all posts
Showing posts with label MANAJEMEN ASI. Show all posts

Wednesday, May 25, 2011

Mengapa Perkembangan Payudara Wanita Makin Membesar?

Mengapa  Perkembangan   Payudara Wanita Makin Membesar?
ukur payudara



SAAT masa pertumbuhan, semua organ intim dan pertumbuhan tubuh memang selalu mengalami peningkatan. Lantas, ketika masa pertumbuhan telah terlalui, benarkan payudara wanita tetap tumbuh membesar? Lalu apa yang menjadi penyebabnya?

Awal pubertas pada anak perempuan secara umum terjadi pada rentang usia 8 hingga 13 tahun. dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam artikel dedimews menjelaskan bahwa tanda awal pubertas pada anak perempuan adalah perubahan pada payudara.

"Payudara akan terlihat mulai membesar, seperti bukit kecil dengan puting susu (areola) melebar. Kemudian diikuti dengan pertumbuhan rambut pubis, bau badan, jerawat, percepatan tinggi dan berat badan," jelas dr Aditya yang merupakan spesialis anak di RSAB Harapan Kita.

Saat terjadi perubahan pada payudara, seringkali remaja putri ingin mengetahui banyak hal tentang organ sensitifnya. Mengetahui tahap-tahap perkembangan payudara pada remaja putri bisa membantu membuat pikiran tenang selama masa transisinya.


Anak perempuan dianggap sebagai tahap pertama perkembangan payudara dari lahir sampai pubertas. Payudara pada anak-anak benar-benar datar. Puting susu adalah satu-satunya bagian yang menonjol keluar dari dada.

2. Tahap kedua: payudara mulai menonjol

Kuncup tumbuh di bawah puting payudara dan kadang-kadang bisa terasa seperti benjolan. Kuncup ini membuat puting lebih menonjol dan membuat dada lebih berbentuk.

Puting susu juga bisa menjadi sedikit sakit. "Penonjolan payudara adalah tanda pertama pubertas untuk anak perempuan," jelas penulis dan pendidik seksualitas Debra Haffner, MPH.

Tahap ini dapat dimulai sejak usia 7 hingga akhir usia 14 tahun, tapi ada pula remaja memulai tahap perkembangan payudara saat berusia antara 8,5 hingga 11 tahun. Fase ini biasanya berlangsung 2-18 bulan.

3. Tahap ketiga: pertumbuhan payudara

Payudara sendiri mulai membengkak dan tumbuh selama tahap Tiga. Lingkaran yang lebih gelap dari kulit sekitar puting yang disebut disebut areola, semakin besar dan puting mungkin akan lebih besar juga. Fase ini biasanya membutuhkan waktu 2 sampai 24 bulan.

4. Tahap keempat: puting mulai 'membukit'

Puting dan areola menjadi lebih besar pada tahap empat. Kathy McCoy, Ph.D. dan Charles Wibbelsman, MD menjelaskan bahwa selama tahap ini, puting dan areola dapat terlihat seperti massa yang berbeda atau gundukan di atas payudara. Panjang tahap keempat berkisar dari sekitar 8 sampai 24 bulan.


Dewasa adalah fase terakhir untuk perkembangan payudara. Puting dan areola menjadi reintegrasi menjadi bentuk dasar payudara dan payudara tumbuh ke ukuran dewasa, yang bervariasi antara wanita.

Dalam kisaran normal, anak perempuan biasanya menyelesaikan tahap ini pada usia 16 tahun, tetapi beberapa anak perempuan tidak menyelesaikannya sampai usia yang lebih tua.

Seiring perkembangan usia, ternyata payudara wanita tetap mengalami peningkatan dalam ukuran. Hal ini terjadi hampir pada seluruh wanita. Tak heran, sebagian wanita di Inggris menyambut baik kehadiran bra L-cup dari label Bravissimo, label pakaian bagi mereka yang memiliki ukuran jumbo.

Nah, kembali lagi pada topik membesarnya payudara, sebenarnya faktor apakah yang menyebabkan perkembangan payudara wanita meski masa pertumbuhan telah terlalui? Ternyata, lemak menjadi jawaban yang paling masuk akal.

“Lemak yang berada di atas payudara serta di paha atau bokong memungkinkan perkembangan itu. Setiap orang mengalami epidemi obesitas, sehingga peningkatan ukuran payudara pada wanita bukan hal yang mengejutkan,” kata Profesor Michael Baum, seorang ahli kanker payudara,

Dr Marilyn Glenville, seorang ahli gizi yang mengkhususkan diri di bidang kesehatan wanita dan hormon mengaatakan, ”Kita tidak hanya berbicara tentang lemak, tetapi menyoal tentang meningkatnya tingkat jaringan payudara juga.”

“Jadi, kita harus melihat apa yang merangsang pertumbuhan jaringan payudara dan estrogen itu. Estrogen merupakan hormon seks wanita yang dapat memberikan perubahan bentuk tubuh pada wanita selama masa pubertas,” ulasnya.

Glenville berkata, payudara dapat meningkat karena suplemen yang sering diasup. Saat ini banyak wanita muda yang melahirlan bayinya dan kemudian menggunakan pil kontrasepsi. Dia menambahkan, kehamilan dan menyusui memiliki efek positif karena sesi tersebut dapat mengontrol hormon di mana hal tersebut dapat merangsang pertumbuhan sel-sel baru di payudara. Namun, jika seorang wanita lebih memilih untuk menjalani kehamilan yang agak telat, maka akan terdapat peningkatan jumlah siklus bulanan sehingga akan memengaruhi eksposur terhadap estrogen.

Dan, tidak ada cara untuk menghindarinya dalam menghadapi ancaman tersebut. Pasalnya, penyebabnya berada dalam item yang kerap kita gunakan setiap hari seperti susu sapi.

“Pestisida, plastic, dan kosmetik merupakan fokus keprihatinan saya. Hal yang sama berlaku juga untuk xenoestrogens dalam deodorant, serta pelembap dan make up yang kita gunakan sehari-hari,” kata Glenville.

“Masalahnya, kita menerapkan item tersebut untuk kulit dan seringnya kita kerap membubuhkan langsung ke kulit payudara. Bahan kimia pun akhirnya menyerap ke dalamnya. Bisa dibayangkan ketika bahan kimia tersebut akan merangsang pertumbuhan jaringan payudara ke depannya. Di luar itu semua, gaya hidup seseorang pun dapat menyebabkan metabolisme hormon dapat berjalan kurang cepat,” tutupnya

Saturday, May 7, 2011

Detail Menyusui Bayi Dan Segala Persoalanya

Menyusui bayi


Jakarta, Meskipun proses yang alami tapi terkadang menyusui menjadi lebih sulit daripada yang dibayangkan. Kenapa menyusui menjadi proses yang sulit bagi beberapa bayi?

Menyusui bisa jadi merupakan suatu tantangan pada hari-hari awal persalinan, tak jarang ada ibu yang menyerah sehingga memberikan susu formula pada bayinya. Hal ini karena dibutuhkan kesabaran dan juga ketekunan dalam menyusui.

Beberapa hal diketahui menjadi penyebab sulitnya bagi bayi untuk menyusu pada ibunya,


Kurangnya latihan
Bayi yang sehat sekalipun bisa mengalami kesulitan saat menyusu, karena ia butuh posisi mulut tertentu agar bisa tepat masuk ke payudara dan mendapatkan ASI. Meskipun ada masalah pada bentuk puting susu atau kondisi fisik bayi, menyusu tetap bisa dilakukan asal dilatih secara teratur dan sabar. Karena proses ini memerlukan latihan agar bayi bisa mendapatkan ASI.

Pasokan susu yang berlebih
Sebagian besar perempuan memiliki pasokan susu yang cukup untuk bayinya, tapi bagi yang memiliki pasokan susu berlebih bisa menjadi tantangan bagi bayi saat menyusu. Pasokan yang berlebih bisa membuat bayi tersedak dan muntah yang membuatnya jadi tidak mau menyusu lagi. Cobalah untuk memompa susu sebelum menyusui agar sedikit mengosongkan payudara sehingga memudahkan bayi mengisap.

Masalah fisik
Beberapa bayi ada yang terlahir dengan masalah fisik seperti bibir sumbing, atau ada gangguan di langit-langit mulut yang membuatnya lebih sulit menyusu karena mulutnya tidak pas menempel di sekitar puting susu.

Umumnya bayi tidak mengembangkan refleks mengisap-menelan-bernapas (yang sangat penting untuk menyusui) sampai mencapai usia kehamilan 32 minggu, karenanya bayi prematur sering mengalami kesulitan menyusu dan mengisap.

Bingung puting
Terlalu sering memberikan susu lewat botol bisa menyebabkan bayi mengalami bingung puting dan membuatnya enggan untuk menyusu ASI lagi, karena menyusu ASI melibatkan koordinasi otot yang lebih banyak dibanding susu botol.

Seorang bayi yang secara teratur diberikan susu botol akan lupa bagaimana caranya menggunakan koordinasi otot tersebut, sehingga gerakannya lebih lemah, gagal mengisap dan tidak mendapatkan ASI yang cukup. Kondisi ini akan membuatnya jadi frustasi dan rewel. Karena itu hindari penggunaan botol meskipun yang diberikan adalah ASI perah, lebih baik berikan melalui gelas atau sendok.

Untuk mencegah hal tersebut, pastikan bayi mengisap seluruh puting dan aerola ke dalam mulutnya. Jika perlu sesuaikan posisi ibu dengan kepala bayi, karena posisi menyusui yang tidak tepat akan menghambat suplai susu dan mungkin terasa sakit.

Bayi Sudah Bisa Mengenal Aneka Rasa dari Air Susu Ibu

Jangan heran bila anak tidak doyan makan sayur bila ibunya juga tidak doyan makan sayur, karena bayi sudah bisa mengenal aneka macam rasa dari air susu ibu (ASI).

"Kalau ibunya doyan makan rendang maka nanti bayinya juga bakalan doyan makan rendang, karena dia sudah tahu rasa rendang dari ASI ibunya. Itulah keistimewaan ASI ketimbang susu formula," jelas DR Damayanti R Sjarif, Dr. Sp.A(K), Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, dalam acara Media Briefing 'Stimulasi Keterampilan Oromotor pada Anak' di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta,.

Menurut DR Yanti hal ini juga dapat mempengaruhi selera makan bayi. Bila ibu yang menyusui jarang atau tidak suka makan sayur dan buah saat menyusui, maka kelak anaknya pun akan meniru kebiasaan tersebut.

Anak-anak akan akrab dengan rasa makanan jika ibu sering mengonsumsi makanan tersebut saat sedang dalam masa menyusui. Sebaliknya jika yang diberikan adalah susu formula maka anak memiliki rasa yang sama setiap harinya.

Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan di Monell Chemical Senses Center di Philadelphia dan telah dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

"Bayi yang diberi ASI akan secara rutin menerima variasi rasa berbagai makanan melalui air susu ibunya sekaligus merangsang indera pengecapnya," ujar Dr Gary Beauchamp selaku direktur Monell Chemical Senses Center,

Sedangkan dalam hal gizi, kandungan susu formula mungkin bisa menyerupai gizi yang ada di dalam ASI. Tapi jika dilihat dari sudut pandang sensorik, maka susu formula tidak bisa memberikan rangsangan terhadap berbagai variasi rasa.

Wednesday, May 4, 2011

Menyusui Tak Sekadar Memberi ASI Dan Bergaya


Menyusui Tak Sekadar Memberi ASI
Dalam artikel terdahulu pernah saya tulis tentang menyusui yang benar, manfaat pemberian susu Ibu / ASI eksklusif,mkan ssedikit menegaskan kembalai masalah menyusui Bayi.DAlam makalah manajemen ASI
Menyusui bukan sekedar memberikan makan untuk bayi, tetapi juga mengalirkan cinta, memberikan yang terbaik untuk bayi dari segi intelegensia, dan kesehatan lahir batin.

Hal tersebut menjadi tema besar perayaan hari ulang tahun Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang keempat. Menurut Mia Sutanto, Ketua Umum AIMI, pada ulang tahun yang keempat ini, AIMI ingin menyadarkan masyarakat bahwa menyusui itu tidak sekedar memberi ASI.

"Justru sekarang yang banyak diangkat itu ASI nya bahwa ASI itu bagus untuk kecerdasan, kesehatan bayi. Tetapi yang sering terlupakan oleh masyarakat bahwa kegiatan menyusui manfaatnya juga luar biasa," katanya, dalam perayaan HUT AIMI ke-4 dengan tema "Menyusui, Lebih dari Sekedar ASI", Sabtu, (30/4/2011).

Mia melanjutkan, kegiatan menyusui itu bisa juga melibatkan dekapan, belaian, berbicara, bernyanyi dan bersenandung dengan si bayi. "Itu semua adalah value added dari kegiatan menyusui itu," tambahnya.

Mia menilai, kesadaran para ibu untuk memberikan ASI, belakangan ini sudah lebih baik. Namun kurangnya sosialisasi, edukasi dan dukungan seringkali menyebabkan ibu kurang menyadari pentingnya pemberian ASI eksklusif.

"Gencarnya promosi produk-produk pengganti ASI, itu semua yang sedikitnya banyak memberikan tantangan buat si ibu untuk bisa secara full memberikan ASI kepada buah hati," jelasnya.

Mengutip data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Mia mengatakan, angka pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan cenderung turun sebesar 32 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Sedangkan menurut laporan SDKI tahun 2003 itu 40 persen, jadi turun sekitar 6-8 poin," pungkasnya.

Mia mengungkapkan, sebagai wujud syukur di usia AIMI yang ke-empat, serangkaian acara sosialiASI dan konseling laktasi gratis akan diselenggarakan AIMI tidak hanya di Jakarta, tetapi di seluruh cabang AIMI (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur). "Kami ingin membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang ASI dan menyusui benar," tutupnya.

Gembira dan Bergaya Saat Menyusui

Menyusui perlu dilakukan dengan hati gembira sekaligus rasa nyaman. Berbagai suasana dan peralatan pun diciptakan untuk menghadirkan kenyamanan bagi ibu saat menyusui.

Bagi Yuyuk Andriati, pegawai sebuah institusi negara yang juga ibu dari Rasya (4,5), masa menyusui putri tunggalnya hingga berusia dua tahun sembilan bulan adalah masa yang menyenangkan. Begitu nyaman, hingga selama setahun dalam masa menyusui itu Yuyuk juga sempat mendonorkan air susunya untuk bayi lain yang membutuhkan.

Menyusui tidak berarti tidak tampil keren, juga tak pernah membosankan bagi Yuyuk. Perasaan paling nyaman tentu ia rasakan saat menyusui bayinya secara langsung. Namun, saat-saat memeras air susu ibu (ASI) untuk disimpan di botol di tempat kerja pun dapat dinikmati oleh Yuyuk.

”Biasanya aku memeras atau menyusui sambil video-chat atau video call dengan suami atau bayiku kalau kami berjauhan,” ujarnya.

Pada saat berada di kantor atau berada jauh dari Rasya, Yuyuk mendengarkan suara putrinya itu melalui telepon atau bahkan melalui rekaman. Suara si buah hati itu menumbuhkan rasa nyaman saat memeras ASI

Modis
Ibu-ibu menyusui tetap tampil modis. Sejalan dengan meningkatnya minat ibu memberikan ASI kepada anak, menyusui menjadi gaya hidup ibu. Peralatan untuk mempermudah para ibu menyusui kian marak. Aneka perangkat menyusui ini dapat ditemui di berbagai toko perlengkapan bayi, antara lain Nenen Baby Shop di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tersebutlah pompa manual dan elektrik, botol untuk menampung ASI, tas berpendingin, hingga breast pad, yaitu bantalan kecil untuk penahan air susu yang menetes dari payudara.

Seiring dengan itu, bermunculan pula perlengkapan lain, seperti bra dan baju menyusui. Bra untuk menyusui biasanya berupa bra yang bagian cup-nya bisa dibuka sehingga si ibu tidak perlu melepas tali atau kancing di bagian belakang saat menyusui.

Model baju menyusui pun berkembang pesat, tidak lagi sekadar blus berkancing di depan, seperti lazimnya pada masa lalu. Menyusui dengan blus biasa yang berkancing depan justru membuat bukaan baju lebih lebar ketika menyusui. Kini baju menyusui, biasanya berupa blus, didesain sedemikian rupa agar pemakainya tidak perlu memelorotkan blus dari pundak atau mengangkat bagian bawah blus agar anak bisa menyusu.

Beberapa desain blus yang umumnya bermaterikan bahan kaus dibuat bersusun, terkesan tanpa kancing bukaan di depan. Sekilas, lapisan-lapisan horizontal atau menyilang di dada itu hanya terlihat sebagai detail baju. Namun, di balik lapisan bagian atas itu terdapat bukaan kecil di bagian dada yang tak dijahit atau dilengkapi retsleting. Ibu bisa menyusui melalui lubang tersebut.

Posisi lubang itu pun bervariasi, ada yang di bagian depan, ada pula yang di samping. Namun, lubang menyusui ini tentu tak terlihat saat lapisan atas blus tak dibuka.

Di samping blus menyusui, celemek menyusui atau apron juga bisa menjadi pilihan ketika menyusui anak di tempat umum. Yadi, dari bagian penjualan Nenen Baby Shop, mengatakan, celemek dan bantal menyusui bahkan sedang menjadi tren di kalangan ibu-ibu bekerja yang menyusui.

”Celemek dan bantal termasuk jenis perlengkapan baru dibandingkan yang lain. Baru dikenal masyarakat pada tiga tahun terakhir,” kata Yadi.

Modelnya cantik-cantik dan beragam, ada seperti celemek untuk memasak yang dipakai dengan mengalungkan tali di leher. Bagian atas apron diberi bukaan sehingga udara leluasa dihirup bayi saat menyusui berselimutkan celemek. Melalui bukaan atas, si ibu juga dapat memandangi wajah sang bayi yang terselimuti celemek.

Ada model celemek yang hanya akan menutupi tubuh bagian depan si ibu, ada pula yang bermodel cape (ponco), bisa menutupi seluruh tubuh bagian atas pemakainya. Karena motif kainnya beragam, mulai dari polos, kotak-kotak, motif bunga, atau kombinasi, tak heran kalau pemakainya bisa tetap terlihat modis ketika tengah menyusui. Dan si bayi pun merasa nyaman.

”Laptop ASI”
Bagi ibu bekerja yang masih menyusui, bawaan ke kantor menjadi lebih ribet. Vira Madjid (33), karyawati yang sedang menyusui, harus menenteng tiga tas ke tempat kerja. Satu tas berisi perlengkapan kerja, seperti laptop dan telepon seluler. Tas lain dia sebut ”laptop ASI”, berisi peralatan memompa ASI selama Vira berada di kantor. Tas berukuran 20 x 30 cm itu, antara lain, berisi pompa ASI, botol untuk menyimpan ASI, blue ice, dan celemek menyusui.

Sementara satu tas lagi biasanya diisi Vira dengan masakan makan siang dan camilan sehat. Menu makan siang biasanya terdiri atas nasi, lauk, dan sayuran, seperti bayam dan daun katuk. Dengan menjaga makanan yang ia konsumsi, Vira berusaha menjaga kualitas ASI-nya.

”Aku sampai diledekin temanku supermarket berjalan. He-he-he.... Buat ’bensin’-nya biar ASI-ku bagus,” kata Vira yang tengah menyusui anak ketiganya, Aqeela, yang berumur 8 bulan.

Di meja kerjanya, Vira bisa memompa ASI dengan menggunakan pompa manual. Agar tak terlihat orang lain, tubuhnya ditutupi apron (celemek) menyusui. ASI yang ditampungnya dalam botol kecil kemudian disimpan dalam tas. Untuk menjaga ketahanannya hingga jam pulang kerja, ASI dalam botol ini dilapisi blue ice.

”Saya merasa diuntungkan dengan adanya perlengkapan seperti sekarang ini. Jadi, bisa tetap memberi ASI untuk anak,” kata Vira.

Dikejar target mengumpulkan cadangan ASI bagi bayi kala bekerja, juga tak perlu membuat para ibu dilanda stres. Meskipun harus menyiasati waktu dan lokasi untuk memerah ASI, toh peran sebagai ibu menyusui tetap sangat dinikmati. Bergembira menjadi kunci agar kualitas dan kuantitas ASI terjaga baik.

Amanda Ramdariani (25) sebisa mungkin memerah susu di waktu istirahat bersama tiga rekan sekantornya yang sedang pada masa menyusui. Dengan memerah ASI ramai-ramai sambil mengobrol, mereka mampu memecah kebosanan. ”Setengah jam memerah ASI tidak berasa karena sambil ngobrol,” kata pegawai bank swasta ini