Thursday, March 31, 2011

Pengaruh Banyak Tertawa Terhadab Daya Ingat Positif dan Negatif



Penelitian membuktikan, daya ingat mengalami penurunan saat seseorang terlalu banyak tertawa atau berada dalam suasana hati yang gembira.

Fenomena ini dapat menjelaskan mengapa orang menjadi agak pelupa saat berada dalam sebuah pesta. Misalnya ketika bertukar nomor telepon dengan rekan lama dalam sebuah acara yang penuh canda tawa, jika tidak dicatat seringkali akan langsung lupa begitu sampai di rumah.

Lain halnya saat seorang guru matematika yang galak menyuruh siswanya menghafal hitung-hutingan perkalian. Suasana hening yang menegangkan kadang-kadang justru membuat ingatan lebih tajam sehingga lebih mudah menghafal perkalian 1 sampai 100.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Elizabeth Martin dari University of Missouri menunjukkan, emosi positif misalnya gembira dan senang justru mengurangi kemampuan mengingat untuk sesaat. Meski begitu, emosi negatif juga tidak serta merta meningkatkan daya ingat.

Dalam eksperimen yang dilakukannya, Dr Martin melibatkan sejumlah relawan yang dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok dipertontonkan beberapa video lucu, sedangkan kelompok yang lain dipertontonkan video tutorial pemasangan ubin yang pastinya membosankan.

Usai menonton video, seluruh pastisipan menjalani serangkaian tes untuk mengukur daya ingat. Tes itu berupa sederet angka yang diberikan secara lisan melalui earphone, lalu partisipan diminta menyebutkan beberapa angka dalam deret tersebut.

Dibandingkan partisipan yang menonton video tutorial pemasangan ubin, partisipan yang menonton video lucu lebih banyak melakukan kesalahan. Perbedaannya cukup signifikan sehingga Dr Martin menyimpulkan bahwa emosi positif bisa mengurangi daya ingat.

"Namun emosi positif juga tidak selamanya buruk. Meski daya ingat menurun, seseorang yang memiliki emosi positif biasanya justru memiliki problem solving (kemampuan memecahkan masalah) yang lebih kreatif," ungkap Dr Martin dalam laporannya di jurnal Cognition and Emotion

Ok, kita langsung saja ke topik pembicaraan. Nah, teman-teman pasti semuanya suka atau bahkan sering tertawa, kalau salah satu dari kalian tidak pernah tertawa, berarti . . wah . .
Bagi teman-teman yang suka tertawa, tertawa itu dapat memberikan dampak positif untuk kita. Coba kalian bayangkan apabila tertawa itu dilarang dan dikenakan pajak, akan jadi apakah dunia sekarang? Pasti akan banyak orang yang mengalami serangan jantung dan stress. Kenapa bisa seperti itu? Karena tertawa itu bagian dari spektrum emosi yang tidak terpisahkan. Tapi untuk kalian semua yang jarang tertawa, jangan pelit-pelit untuk tertawa, karena tertawa juga bermanfaat bagi kesehatan.


Tertawa bermanfaat untuk kesehatan karena tertawa melepaskan energi positif yang menstimulasi otak untuk melepaskan pemikiran-pemikiran negatif maupun depresi. Menurunnya tingkat depresi dalam tubuh menyebabkan sistem kekebalan tubuh meningkat secara otomatis sehingga tubuh terasa lebih sehat dan segar. Tertawa yang sehat adalah yang lepas, gembira dan dilakukan sepenuh hati. Ketika tertawa pun otot-otot di wajah kita mendapatkan stimulasi. Sehingga dapat sekaligus untuk senam wajah, mengendurkan ketegangan otot-otot di wajah.

Nah, dibalik sisi positif tersebut, tertawa juga pasti mempunyai sisi-sisi negatif, yakni tertawa dapat mengganggu orang lain. Sangat tidak baik kalau kita tertawa di dekat orang yang sedang berkonsentrasi, pasti hal itu akan sangat membuatnya merasa terganggu. Dan terkadang kita sering lupa diri saat kita tertawa, apalagi saat kita menertawakan seseorang.

Nah, jadi tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Dan juga jangan terlalu banyak tertawa atau menertawakan orang lain.
Sekian dulu ya teman-teman, semoga dari penjelasan saya yang simple ini dapat memberikan manfaat atau memberikan sedikit pengetahuan kecil untuk kalian.
Dan jangan lupa untuk kunjungi terus blog ini, karena masih banyak artikel lain yang tak kalah menariknya

No comments:

Post a Comment